Pascasarjana Pacu Semangat Kebersamaan Semua Prodi

image
By usi_pasca On Monday, February 06 th, 2017 · no Comments · In

UNAIR NEWS – Sekolah Pascasarjana adalah salah satu kekuatan di kampus UNAIR. Di sana terdapat dua belas program studi (Prodi) multi disiplin. Setidaknya, terdapat kombinasi dari sepuluh fakultas yang tersinergi menjadi sentra kajian unik.

Misalnya, Prodi S2 Ilmu Forensik.  Dalam perkuliahan, tidak melulu membahas tentang seluk beluk kecelakaan atau kriminalitas. Lebih luas dari itu, Ilmu Forensik UNAIR juga menelaah ranah sosial dan antropologi sejarah leluhur di suatu kawasan. Bahkan, tentang finance yang rumit dan melibatkan banyak pihak.

“Prodi di Pascasarjana ini menarik. Banyak asesor bilang, perkuliahan yang kami siapkan lain dari yang lain,” kata Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Hj. Sri Iswati, SE., M.Si., Ak.

Tak hanya Ilmu Forensik, sebelas Prodi lain juga memiliki potensi unik dan aplikatif di masyarakat. Yakni, (di level magister) Sains Ekonomi Islam, Kajian Ilmu Kepolisian, Bioteknologi Perikanan & Kelautan, Kajian Hak Atas Kekayaan Intelektual, Teknobiomedik, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Sains Hukum & Pembangunan, Imunologi, dan Manajemen Bencana. Juga, (di level doktor) Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Ilmu Ekonomi Islam.

Manajemen Pascasarjana terus melakukan sosialisasi dan promosi ke masyarakat. Harapannya, khalayak paham pentingnya ilmu yang sudah disiapkan di sekolah tersebut. Berbagai strategi sosialisasi bakal dipakai. Semua mengacu pada semangat kebersamaan.

“Ada pola pikir baru yang kami pakai. Khususnya, dalam usaha promosi. Bila dulu, tiap Prodi hanya menyosialisasikan dirinya sendiri, mulai sekarang, Prodi yang turun ke lapangan, akan menyosialisasikan Pascasarjana secara keseluruhan,” ungkap perempuan yang akrab disapa Is tersebu.

Pihak manajemen sudah melakukan rapat internal untuk merapatkan barisan. Semua Prodi sudah sepakat dengan cara tersebut. Pascasarjana harus tersinergi. Dengan demikian, kemajuan yang didapat akan merata dan lebih membahagiakan semua elemen.

Hal-hal teknis untuk merealisasikan rencana itu telah dipersiapkan. Misalnya, materi presentasi yang sudah dibuat menyeluruh dan seragam. Prodi tertentu yang melakukan sosialisasi di sebuah daerah, bakal ikut mempromosikan Prodi lain yang saat itu kebetulan tidak hadir. Program tersebut dikoordinasikan secara rapi. Sehingga, semua merasa diuntungkan. “Kami juga sudah menyiapkan liflet khusus. Modelnya seperti buku keterangan ringkas dan padat terkait informasi Pascasarjana. Sarana promosi kami bukan lagi brosur-brosur per-Prodi. Kami yakin, ini akan memudahkan calon mahasiswa,” urai Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.

Selama ini, promosi dan sosialisasi dilakukan di banyak tempat. Tak terkecuali, di institusi plat merah yang selalu butuh pengembangan dan penguatan SDM. Misalnya, kepolisian dan Pemerintah Daerah. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *